Implementasi Teknologi Informasi
Di
era globalisasi ini perkembangan
teknologi semakin cepat dan cangih. Kemajuan yang paling terlihat adalah para
pengguna teknologi informasi dalam proses pengolahan data menjadi informasi
yang begitu cepat. Terlebih lagi dengan hadirnya internet dapat mempercepat
ketersediaan dan pertukaran informasi diseluruh dunia sehingga memudahkan kita
dalam mengakses informasi kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas oleh waktu. Peranan
teknologi didalam perpustakaan sangat diperlukan mengingat perpustakaan erat
kaitannya dengan informasi yang dibutuhkan pengguna, oleh karena itu perpustakaan
harus dapat menyediakan informasi dengan cepat, tepat dan mudah. menurut
Shiyali Rammamrita Rangathan “Library is the growing organism” yang berarti perpustakaan adalah
organisasi yang berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi,
perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan sistematis dalam
segala hal, baik dalam pelayanan maupun sumber informasi yang disajikan
mengingat tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi yang semakin tinggi
dan mereka menginginkan informasi tersebut didapat dengan cepat. Hal ini
dilakukan agar keeksistenan perpustakaan dapat dipertahankan ditengah maraknya
penyedia informasi yang lebih canggih. Dari pemaparan di atas
dapat ditarik rumusan masalah apa itu teknologi informasi? apa itu perpustakaan?
bagaimana dampak teknologi informasi dalam perpustakaan?
Menurut William & Sawyer, (2003) teknologi
informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur
komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Teknologi
Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu
manusia dalam membuat, mengubah,
menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. (Martin, 1999). Jadi
dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah
data, termasuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi data, menyebar
informasi baik informasi berupa gambar,
suara, video, informasi lain sehingga dapat digunakan sebagai strategi
pengambilan keputusan. Jadi teknologi informasi tidak hanya terbatas pada
teknologi komputer tetapi gabungan dari teknologi komputerdan teknologi komunikasi.
Menurut
Sulistio Basuki (1991), perpustakaan adalah suatu gedung, ruang, yang dibuat
untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang tesusun menurut tatanannya. Sedangkan
pengertian perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang
Perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi
karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional dengan
sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian,
informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Sedangkan menurut IFLA (International Federation of Library Association
and Instutiutions) perpustakaan adalah kumpulan materi tercetak dan noncetak
atau sumber informasi yang disusun secara sistematis untuk digunakan pemakai. Dari
definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan merupakan suatu
lembaga yang bertugas menyediakan, mengelola, menyimpan dan menyebarkan sumber
informasi, baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak dengan cara yang
sistematis untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sedangkan tujuan perpustakaan
adalah sebagai tempat penelitian, penyimpanan informasi, pendidikan, culture,
rekreasi.
Tidak dapat di sangkal bahwa perkembangan komunikasi di era globalisasi amatlah peasat contohnya seperrti:Implementasi
internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual
office, telemedicine, intranet, dan lain-lain,itu sudah mulai menjamah
setiap negara bagian tanpa terkecuali, yang mengakibatkan sebuah
revolusi besar dalam bidan informasi, seperti dahulu proses pengolahan
data bisa memakan waktu berhari-hari sebelum di kirimkan, tetapi saat
ini dalam hitungan detik saja sebuah informasi dapat terkirim langsung
keseluruh informan yang membutuhkan informasi tersebut dengan teknologi
informasi (internet).
Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan
perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif
mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat
diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga
kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar
Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu
bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara
signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di
dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada
empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari
pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era
tersebut (Cash et.al., 1992), terjadi tidak hanya karena dipicu oleh
perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung
pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern.
Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael
Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi
informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih
banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang
masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen,
organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya
faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior
sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering
ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun
masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene
merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun
1960-an.
Dan
informasi tersebut tidak dapat di hetikan akan terus berkembang sampai
tidak ada satu orang pun yang membutuhkan informasi, dan informasi
tersebut seakan tidak memprihal kan suatu batasan antar informan, baik
di daerah, kota, bahkan sampai antar negara sekalipun dan dalim nformasi
tidak mengenal suatu batsan toritorial. Penerapan teknologi seperti
LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin
merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk
menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk
menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran
informasi.sehingga membuat suatu perusahaan tidak terkait oleh batasan
dalam mencari kostemer, dengan teknologi informasi (internet) perusahaan
dapat dengan cepat memasarkan produksi mereka tanpa harus melalui
hal-hal yang panjang. Dan melalui itu pula mereka bisa langsung
melakukan trasaksi tanpa harus mempertimbangkan tempat dan waktu.
Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di
cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan
electronic money.
Maka dari itu banyak perusahan-perusahaan yang harus mendisain ulang
tata kerja mereka apa lagi yang bergulat dalam bidang jasa, karena
banyak kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi,
dalam hal ini pemanfaatan teknologi tersebut amatlah terasa, maka
takbanyank perusahan yang harus banting setir menyusun kembali sistem
kerja mereka, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat
terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur
budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus
dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki
teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan
multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal paling mendasar yang memebingunkan kepala manajemen adalah
kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian
seringnya berubah dan dinamis. Perubahan tersebut bukan karena dampak
kompetisi antar perusahaan (interen) saja melain kan banyak hal
seperti:politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya
(reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan
dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan
(eksteren).secara opeasional fenomena ini suatu perhitungan yang matang
bagi praktisi-praktisi atau pakar-pakar teknologi informasi dalam
menyusun sistemnya.Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem
informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa
ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini,
jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk
perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para
praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan
produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented
Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System),
Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.
0 komentar:
Posting Komentar